Minggu 26 Maret 2017, 23:43.
Hari ini bumi pertiwi diguyur hujan seharian.
Hujan pralambang kedamaian, kesejukan.
Namun terkadang menyebalkan,
Jika dengan tiba - tiba teringat permasalah di kota kelahiran.
Malam ini aku terbaring lemas di kasurku,
ditemani oleh puisi - puisi merdu dari duo ananda badudu dan rara sekar.
Lagu - lagu mereka begitu mendayu seperti tarian ranting - ranting pohon jati saat terhembus angin.
Mengingatkanku pada cuaca hari ini dan keadaan hati ini.
Hujan hari ini mebawaku pada keadaan biru mengharu.
Layaknya seorang pujangga yang baru saja berpisah dengan kekasihnya.
Susah rasanya menahan setiap hembusan nafas,
Yang berlomba - lomba berubah menjadi isak tangis,
Lalu pecah menjadi tangis pesakitan.
Tiba - tiba yang sangat mendadak,
Menjadi jawaban atas semua resahku belakangan ini.
Padahal, rinduku sedang di puncak - puncaknya.
Selalu seperti ini.
Rinduku dibalas secara negatif.
Aneh rasanya.
Terasa ada yang janggal.
Tidak tahu salahku apa.
Mungkin aku tahu,
namun tetap menerka - nerka.
Pasti ada yang lebih dari ini.
Ingin sekali ku tanyakan langsung.
Tapi, siapa aku ?
Paling tidak sekarang dia tahu apa yang aku rasakan setahun belakangan ini. Menahan amarah dan cemburu bukanlah hal mudah. Apalagi jika dia adalah seorang perempuan yang tidak memiliki status.
Best track :
1. Yang patah tumbuh, yang hilang berganti.
2. Sampai jadi debu.
3. Utarakan
4. Biru
- 10:04
- 0 Comments
