Jumat 26 Februari 2016
20:51jumat pagi, entah kenapa batinku tersiksa.
sudah hampir seminggu batinku goyah.
senin siang kudapat kabar itu.
kabar yang paling gila yang pernah aku dengar.
aku goyah seketika.
wajahku tak dapat kurasakan.
kakiku terasa begitu lemas.
ku tak kuat melihat wajahmu.
wajah yang selama ini kutaruhkan harapan yang begitu besar untuk menjadi penjagaku kelak.
namun pupus.
untuk kesekian kalinya,
tangis pesakitanku pecah.
kupulang dengan hati yang berat.
di perjalanan tangisku pecah lagi.
lebih dahsyat d banding yang tadi.
konsentrasiku hilang.
pikiranku kacau.
nyetirku ngawur.
sampai d rumah kuhabiskan tangisku yang tadi.
ku biarkankan mataku terpuaskan oleh tangis.
dengan begitu aku lelah, lalu tertidur.
lalu tenang.
semingguan kulewatkan hari hariku dengan kekuatan ekstra.
dengan perasaan yakin tak yakin tentang kabar itu.
ku tak kuat melihat wajahnya.
wajah sang pemberi berita.
wajah yang selama ini aku pikir seorang teman.
seorang motivator.
seorang yang sangat dewasa.
seorang pemberi nasihat.
namun pupus.
teernyata dia tidak cukup baik.
setiap hari ku mendapat pertanyaan
"kinan kenapa ?"
"kinan kenapa sedih?"
"kinan jangan sedih."
suatu hal yang sangat aneh.
hal yang jarang dia lakukan.
sampai seorang teman yang lain juga ikt terheran.
karena kita sudah tidak sedekat dulu.
entah apa maumu.
entah apa maksutmu.
tapi sepertinya kau bahagia sekarang.

0 comments