SEKARAT!
09:09Saat kembali ke beberapa waktu yang lalu
Tugas terlihat begitu banyak
Begitu menyesakan
Namun hebatnya itu tidak terasa
Karena senyuman itu
Tawa itu
Dan setiap sapaan itu
Seperti sebuah api
Yang menyala pada sebuah perapian
Menghangatkan
Membangkitkan semangat
Membunuh dinginnya udara malam.
Namun aku kehilangan api itu.
Hujan badai memadamkannya.
Senyumnya terhempas oleh angin.
Tawanya meluruh seperti abu yang hanyut oleh air hujan.
Sapanya bagaikan sepah.
Bahkan untuk berpapasan pun kau lebih memilih jalan lain.
Semuanya terasa berat. Sangat berat.

0 comments