- 17:33
- 0 Comments
Kemana lagi ..... ?
Dimana lagi ..... ?
Kenapa lagi ..... ?
Ada apa lagi .... ?
Salah apa lagi ..... ?
Sudah 2x tidak terlihat
Malaskah ?
Ada urusankah ?
Menghindarkah ?
Disini tidak ada, disana tidak ada.
Kenapa harus hari itu ?
Apakah aku salah untuk merindu ?!
AKU SALAH TAAAAA ?!!!
- 03:28
- 0 Comments
Hari ini adalah hari sabtu.
2 hari lagi adalah Senin.
6 bulanan ini senin adalah hari favorit.
Hari yang sangat di tunggu - tunggu.
Hari yang membuat aku rajin untuk kuliah.
Hari dimana sekalipun aku sangat telat, aku usahakan untuk masuk
Tapi tidak untuk kali ini.
Aku tidak tahu harus bagaimana melalui hari senin besok dan senin senin d minggu berikutnya.
Aku tidak tahu bagaimana menghadapi wajah yang dulu kutaruh harapan besar tapi kini milik orang lain.
Aku tidak yakin keadaannya akan seperti dulu.
Aku tidak yakin akan membalas senyumanmu.
Bahkan aku tidak yakin kau akan memberikan senyuman itu.
Tuhan.. jujur aku lelah.
Aku tahu semua ini rencanaMu,
tapi aku benar - benar lelah Bapa.
Ragaku sehat, tapi jiwaku lelah.
Maafkan aku Bapa.
Maafkan sudah mengeluh.
Maafkan sudah melupakanMu
2 hari lagi adalah Senin.
6 bulanan ini senin adalah hari favorit.
Hari yang sangat di tunggu - tunggu.
Hari yang membuat aku rajin untuk kuliah.
Hari dimana sekalipun aku sangat telat, aku usahakan untuk masuk
Tapi tidak untuk kali ini.
Aku tidak tahu harus bagaimana melalui hari senin besok dan senin senin d minggu berikutnya.
Aku tidak tahu bagaimana menghadapi wajah yang dulu kutaruh harapan besar tapi kini milik orang lain.
Aku tidak yakin keadaannya akan seperti dulu.
Aku tidak yakin akan membalas senyumanmu.
Bahkan aku tidak yakin kau akan memberikan senyuman itu.
Tuhan.. jujur aku lelah.
Aku tahu semua ini rencanaMu,
tapi aku benar - benar lelah Bapa.
Ragaku sehat, tapi jiwaku lelah.
Maafkan aku Bapa.
Maafkan sudah mengeluh.
Maafkan sudah melupakanMu
- 12:07
- 0 Comments
jumat pagi, entah kenapa batinku tersiksa.
sudah hampir seminggu batinku goyah.
senin siang kudapat kabar itu.
kabar yang paling gila yang pernah aku dengar.
aku goyah seketika.
wajahku tak dapat kurasakan.
kakiku terasa begitu lemas.
ku tak kuat melihat wajahmu.
wajah yang selama ini kutaruhkan harapan yang begitu besar untuk menjadi penjagaku kelak.
namun pupus.
untuk kesekian kalinya,
tangis pesakitanku pecah.
kupulang dengan hati yang berat.
di perjalanan tangisku pecah lagi.
lebih dahsyat d banding yang tadi.
konsentrasiku hilang.
pikiranku kacau.
nyetirku ngawur.
sampai d rumah kuhabiskan tangisku yang tadi.
ku biarkankan mataku terpuaskan oleh tangis.
dengan begitu aku lelah, lalu tertidur.
lalu tenang.
semingguan kulewatkan hari hariku dengan kekuatan ekstra.
dengan perasaan yakin tak yakin tentang kabar itu.
ku tak kuat melihat wajahnya.
wajah sang pemberi berita.
wajah yang selama ini aku pikir seorang teman.
seorang motivator.
seorang yang sangat dewasa.
seorang pemberi nasihat.
namun pupus.
teernyata dia tidak cukup baik.
setiap hari ku mendapat pertanyaan
"kinan kenapa ?"
"kinan kenapa sedih?"
"kinan jangan sedih."
suatu hal yang sangat aneh.
hal yang jarang dia lakukan.
sampai seorang teman yang lain juga ikt terheran.
karena kita sudah tidak sedekat dulu.
entah apa maumu.
entah apa maksutmu.
tapi sepertinya kau bahagia sekarang.
sudah hampir seminggu batinku goyah.
senin siang kudapat kabar itu.
kabar yang paling gila yang pernah aku dengar.
aku goyah seketika.
wajahku tak dapat kurasakan.
kakiku terasa begitu lemas.
ku tak kuat melihat wajahmu.
wajah yang selama ini kutaruhkan harapan yang begitu besar untuk menjadi penjagaku kelak.
namun pupus.
untuk kesekian kalinya,
tangis pesakitanku pecah.
kupulang dengan hati yang berat.
di perjalanan tangisku pecah lagi.
lebih dahsyat d banding yang tadi.
konsentrasiku hilang.
pikiranku kacau.
nyetirku ngawur.
sampai d rumah kuhabiskan tangisku yang tadi.
ku biarkankan mataku terpuaskan oleh tangis.
dengan begitu aku lelah, lalu tertidur.
lalu tenang.
semingguan kulewatkan hari hariku dengan kekuatan ekstra.
dengan perasaan yakin tak yakin tentang kabar itu.
ku tak kuat melihat wajahnya.
wajah sang pemberi berita.
wajah yang selama ini aku pikir seorang teman.
seorang motivator.
seorang yang sangat dewasa.
seorang pemberi nasihat.
namun pupus.
teernyata dia tidak cukup baik.
setiap hari ku mendapat pertanyaan
"kinan kenapa ?"
"kinan kenapa sedih?"
"kinan jangan sedih."
suatu hal yang sangat aneh.
hal yang jarang dia lakukan.
sampai seorang teman yang lain juga ikt terheran.
karena kita sudah tidak sedekat dulu.
entah apa maumu.
entah apa maksutmu.
tapi sepertinya kau bahagia sekarang.
- 20:51
- 0 Comments
- 14:19
- 0 Comments
Bukankah kita seperti 2 manusia yang sama.
Yang tidak mau menunjukkan jati dirinya.
Yang selalu berlagak misterius.
Yang suka bertingkah konyol.
Yang terkadang tertawa pada hal - hal yang tidak penting.
Yang saling memiliki pemikiran yang aneh,
Yang jatuh cinta pada hal - hal yang sama.
Namun mengapa begitu sukar untuk mengahadapi dia ?
Apa itu artinya aku juga sukar untuk menghadapi diri ini ?
Atau semua ini karena dia yang begitu misterius sehingga sukar menembus dia ?
Atau memang hanya aku yang berkata bahwa kita sama
Dan apakah aku juga tertipu oleh buaiannya?
- 11:40
- 0 Comments
Ada 'sesuatu'
Bagian terdalam diri ini
Sangat Dalam
Tidak terlihat
Entah di mana
Karena dalamnya,
Sampai susah untuk di rasakan
Namun senja ini.
'Sesuatu' itu tersadar dari tidurnya
Dan membuat jiwa ini lemah.
'Sesuatu' itu telah rusak dan hancur
Menjadi sebuah trauma.
- 14:11
- 0 Comments
